Aspek Keselamatan Perahu Wisata Danau Sipin

Danau Sipin

Danau sipin berada  di pusat Kota jambi bahkan tidak jauh dengan komplek perkantoran dan Kantor Gubernur. Pemerintah Provinsi Jambi berupaya menjadikan Danau Sipin sebagai salah satu destinasi wisata di Jambi, sebagai putra Jambi yang tinggal tidak jauh jauh dengan Danau Sipin mengamati, bahwa ada perkembangan  menjadikan lokasi tersebut sebagai potensi pariwisata unggulan di Jambi.

kejadian karamnya perahu wisata tersebut menambah reputasi buruk sektor transportasi air, sering kali terjadi hal serupa menimpa kapal – kapal kayu sebagai moda angkutan penyebrangan orang ataupun untuk tujuan wisata. kelebihan muatan adalah salah satu faktor penyebab utama. masih kita ingatkah pelajaran sekolah bahwa Hukum Archimedes menjadi suatu konsep kapal dapat terapung dengan demikian tidak boleh mengabaikan komponen berat di atas kapal sebab berpengaruh terhadap daya apung (bouynacy) kapal. dari kejadian ini Mari kita bahas aspek keselamatan yang ditinjau dalam beberapa aspek seperti desain dan bentuk, dimulai dari perbedaan penyebutan perahu atau kapal yang terkadang lazim kita samakan dalam maknanya.

Perahu atau Kapal?

Perahu atau sampan yang kita kenal biasanya digunakan oleh nelayan di sungai atau danau untuk mencari ikan, sangat banyak kita temui  pengerajin kapal kayu di berbagai daerah di Indonesia termasuk di jambi, kearifan lokal masyarakat membuat type dan model perahu / sampan ini berbeda di tiap daerah karena pembangunan sampan atau perahu tidak diatur oleh Regulasi. Dalam KBBI Perahu adalah kendaraan air (biasanya tidak bergeladak) yang lancip pada kedua ujungnya dan lebar di tengahnya (sumber:KBBI)

Kapal yang kita kenal biasanya berukuran besar untuk menangkap ikan di laut atau angkutan barang dan penumpang, namun sebenarnya ada juga berukuran kecil, besar kecil  kapal kayu dibedakan dengan nilai GT (gros tonage) yang di dapat berdasarkan ukuran lambung dan dimensi ruangan di atas geladak, pengukuran GT dilakukan oleh petugas ukur kemudian dilakukan penerbitan surat ukur kapal. ukuran dibawah 10 GT masuk kategori kapal kecil. Pembangunan Kapal kayu mengacu kepada standar regulasi kapal kayu yang di keluarkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia di dalamnya mengatur tentang kuat kayu, sekat kapal dan kontruksinya. sedangkan operasional kapal kecil sebagai moda transportasi penumpang di atur oleh dinas perhubungan.

Bila melihat desain perahu wisata di Danau Sipin terlihat unik dan menarik dengan maksud menampilkan ciri khas dan daya tarik, tapi apakah sesuai kaidah desain dan makna serta apakah desain memperhatikan aspek keselamatanya. Bila kita lihat pada perahu tersebut terdapat geladak sehingga tidak sesuai dengan penyebutan sebagai perahu. Namun mari kita tinjau desain Perahu Wisata danau Sipin terhadap aspek konstruksi yang ada dengan keselamatanya

Kondisi Perahu Wisata Danau Sipin

Aspek keselamatan Perahu wisata danau Sipin:

1. Geladak

Geladak adalah bagian konstruksi berupa lantai kapal datar sehingga orang dapat berdiri dan melakukan aktivitas diatas kapal. pada desain perahu wisata danau sipin dibuat geladak sehingga penumpang bisa bebas beraktivitas di atas perahu seperti untuk lesehan atau diberi kursi plastik untuk duduk penumpang, hal ini mengakibatkan titik berat (center gravity) perahu semakin tinggi tentunya membuat perahu menjadi labil, terlebih lagi dimensi lebar perahu yang kecil dan penumpang dengan leluasa bergeser di atas perahu tentu menambah ketidak stabilan perahu.

2. Sekat

Sekat adalah bagian kontruksi yang melintang terhadap lambung kapal yang dilengkapi geladak. pada perahu/ sampan tidak diperlukan sekat, perahu tidak dilengkapi geladak sehingga dengan mudah melakukan pengecekan kerusakan lambung dan mengatasinya dengan segera. Pada kapal dengan geladak harus diberikan sekat melintang untuk mencegah bila terjadi kerusakan pada lambung, air hanya mengisi pada salah satu kompartemen yang bocor sehingga dalam situasi tersebut terdapat waktu untuk melakukan evakuasi. Bagaimana dengan desain perahu wisata Danau sipin, bila kita lihat vidio yang beredar waktu yang diperlukan perahu untuk tenggelam sangat cepat yang berarti air telah memenuhi seluruh lambung perahu. Maka akan sangat salah dalam hal kaidah desain dan keselamatan bila perahu yang digunakan untuk wisata di danau sipin adalah perahu nelayan yang dimodifikasi dengan tidak memperhatikan aspek konstruksinya.

Desain Lambung kapal dilengkapi sekat melintang

3. Fender / ban Dapra

Fender / Ban Dapra di pasang di sisi lambung untuk mencegah terjadinya benturan yang mengakibatkan kerusakan pada lambung, fender tidak hanya dilengkapi di kapal namun juga pada dermaga sandar.

Apa yang harus dilakukan untuk pembenahan

1. Melakukan Kajian

Desain perahu wisata harus melalui tahap kajian untuk mendapatkan analisis kelayakan terhadap standar keselamatan yang ada, terlebih menyangkut beragam penumpang yang akan menggunakan fasilitas tersebut, sehingga desain harus ramah terhadap anak dan orang tua, misalnya dengan tempat duduk yang tidak membahayakan dan mudah jatuh atau pagar (reeling) yang menjaga anak – anak tidak terjatuh.Termasuk kajian terhadap infrastruktur pendukungnya misalnya dermaga penumpang dll

2. SOP Standar Operasional Prosedur

Standar Operasional Prosedur tidak hanya mengatur cara menggunakan alat keselamatan penumpang dan cara evakuasi tetapi juga diterapkan kepada krew kapal misalnya dalam hal melakukan perawatan rutin secara berkala.

3. Pengawasan dan pembinaan

Dilakukan pengawasan dan pembinaan kepada pemilik kapal untuk melakukan SOP sesuai yang berlaku serta melakukan pembinaan dan sosialiasi keselamatan penumpang dan krew.